Tampilkan postingan dengan label Amplifier. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amplifier. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Februari 2012

Amplifier




Dunia amplifier khususnya amplifier gitar masih hangat diperbincangkan entah di kalangan profesional maupun pemula. Bisa jadi karena ampli mempunyai peranan penting untuk memproduksi suara yang keluar atau menjadi icon di atas panggung. Tapi ada beberapa hal yang perlu diketahui terlebih dahulu untuk para pemula yang merasa awam tentang dunia amplifier. 

Pada umumnya amplifier terdiri dari PREAMP, POWER AMP dan SPEAKER. 
Preamp biasanya terdiri dari volume, treble, bass, middle, dan gain biasa kita temukan di setiap ampli gunanya memeperkuat sinyal dari instrument yang kita mainkan. Power amp tugasnya memperkuat sinyal dalam bentuk watt mulai dari 10-100 watt sebenarnya sangat variatif untuk kapasitas wattnya. Terakhir speaker, ini adalah proses akhir di mana suara nanti akan terdengar. Ukuran speaker yang biasa digunakan 8-12 inch, jika ada tulisan 2X12 itu berarti ada 2 buah speaker berukuran 12 inch. Untuk jenis cabinet ada yang open back yaitu bagian belakangnya terbuka sebagian dan closed back, sepenuhnya tertutup.

Untuk design ada COMBO dan HEAD + CABINET dan untuk teknologi ada TUBE AMP, SOLID-STATE dan HYBRID AMPS. Seperti apa ciri dari ketiga ampli ini? 
Click aja tuh dibawah.... (posting lama) +)


     

Perbedaan tube amp, solid-state dan hybrid amp


Tube amps: Jenis ini adalah produk tertua sudah ada sejak awal-awal kemunculan amplifier seperti radio, 
TV, player piring hitam (gak tau pasti namanya apa). Namun meskipun teknologi tube amps sudah lama, banyak musisi yang justru memilih ampli ini. Alasan mereka, ampli ini sangat alami, dinamik dan "warm" dan pada tinggkatan watt yang sama dengan jenis ampli lain tube amps bisa lebih nyaring. Lebih cenderung 'mid', makanya sangat cocok untuk musik yang beraliran metal. Cirinya sangat mudah, terdapat tabung di dalamnya seperti bohlam atau lampu mobil dengan ukuran yang bervariasi. Terus selain tombol on/off terdapat pula tombol stand by, ukurannya lebih besar dan berat, ciri yang lebih jelas adalah harganya yang lebih mahal dari jenis ampli yang lain, contohnya Mesa Boogie, Soldano, dll. Karena ampli ini memproduksi nada-nada yang alami dan sinyal yang dikeluarkan sangat kuat, tabung tersebut semakin lama semakin berkurang kemampuannya. Maka untuk ampli jenis ini membutuhkan maintance yang intensif, mengganti tabung tersebut jika sudah rusak.

Solid-State: Karena tube amps bisa dibilang ribet dan mahal, perusahan amplifier berinovasi dengan membuat ampli yang lebih simple maka keluarlah Solid-State yang mempunyai karakter yang berbeda dengan tube amps (jelas...... namanya aja udah beda). Solid-State sangat spontan dalam memproduksi suara, treblenya terasa lebih hidup dan bersih cocok untuk rythem, solo dan musik yang beraliran Jazz contohnya ampli Roland Jazz Chorus dan sebangsa Fender (frontman/twin reverb) . Solid-State terkenal 'bandel' awet dan tahan banting. Perawatannya juga tidak seribet tube amps yang mesti gunta-ganti tube-nya dan harganya pun jauh lebih murah dibanding tube amps.

Hybrid Amps: Kalau yang ini penggabungan dari 2 jenis di atas. Kurang lebihnya, dalam satu unit ampli Hybrid menggunakan teknologi tube amps untuk preamp dan teknologi solid-state untuk power amp-nya dan bisa juga sebaliknya contohnya Randall V2 Untuk ciri khasnya tinggal mix aja ciri dua ampli yang udah di jelasing di atas.... hehehe

Sumber: Wikipedia..

Sabtu, 18 Februari 2012

Amplifier Hebat II


Orange bukan berarti jeruk.. hehe. Ampli ini dicetus oleh Clifford Cooper di London pada tahun 1968. Berbeda dengan bentuk ampli pada umumnya, orange menyuguhkan bentuk yang unik, warna yang mencolok dan sangat simpel untuk digunakan. Perusahaan ini mengeluarkan gitar dan bass ampli dan beberapa efek. Buat band yang agak British mungkin sangat cocok untuk menggunakan ampli ini. Tapi jangan salah harga di pasaran sangat mahal di atas 20 juta kecuali ampli kecil untuk digunakan di kamar 1,5 - 3 jutaan. Ampli ini sangat cocok dengan pop rock British and metal salah satunya Wes Borland baru mengganti semua amplinya menjadi Orange. Di Indonesia masih sangat jarang musisi yang menggunakan ampli ini mungkin karena keterbatasan toko yang menjual or harganya???.

Check for Orange website

Leo Fender lebih dulu memulai karirnya dengan memproduksi ampli-ampli gitar pada tahun 1945. Ampli ini bisa disebut tertua dibanding dengan produk ampli lainnya, makanya tidak salah kalau kharakter suaranya tahun 60-an. Buat penggemar musik "old school" sangat cocok memakai ampli ini seperti blues, jazz dan pop. Selain mengeluarkan produk seperti ampli, fender juga mengeluarkan gitar, bass dan perlengkapan audio lainnya. Untuk harga amplinya sangat bervariatif di pasaran Indonesia mulai 2 jutaan masih sangat terjangkau. hehe....  

Check for Fender website

Peavey adalah nama belakang dari Hartley Peavey pencetus ampli ini, berdiri pada tahun 1965 di Mississippi. Sama denga kebanyakan perusahaan ampli, perusahaan ini mengeluarkan dua jenis ampli tube amps dan solid-state. Tidak hanya memproduksi ampli, perusahaan ini juga mengeluarkan speaker, pro audio, power amps, mixer, software dan produk audio lainnya. Karena karakter suaranya yang "gahar"produk ini banyak diminati oleh musisi yang beraliran metal. Untuk harga pasaran Indonesia dimulai 3 jutaan. Band anda benraliran metal?? tanya aja kok... hehehe

Check for Peavey website


Blackstar adalah perusahaan yang baru muncul tahun 2009 bisa dibilang termuda dibanding produsen ampli yang lain. Dirintis oleh Ian Robinson dan Bruce Keir yang adalah mantan pekerja di Marshall company. Ampli ini menyediakan dual karakter suara dalam satu ampli (American dan British). Perusahaan ini baru memproduksi amplifier dan efek gitar  Meski terbilang muda Blackstar sudah banyak memikat hati para musisi.

Check for Blackstar website

to be continued.....

Sabtu, 11 Februari 2012

Amplifier Hebat I

Head Amps

Mesa Boogie kadang di sebut juga Mesa Enginering bertempat di California USA berdiri sejak tahun 1969. Perusahaan ini mengeluarkan ampli gitar, bass dan power amps. Ampli ini menyediakan 2-3 chanel mempunyai karakter yang khas dan bisa memenuhi kebutuhan para gitaris khususnya yang beraliran rock dan metal salah satunya Dream Theater and Lamp of God. Harga pasaran produk ini 10-70 juta. hahaa.... kebayangkan harus nabung berapa tahun dulu biar bisa beli ni ampli.
Hughes & Kettner kalo ini produk German berdiri sejak tahun 1984. Perusahaan ini hanya memproduksi kebutuhan gitaris saja seperti ampli, cabinet, efek tube, dan accessoires. Ampli ini menyediakan 2-3 channel dan produk terbarunya menambahkan knob noise gate pada ampli, jadi enggak usah beli noise gate lagi. Kebanyakan ampli ini digunakan oleh musisi rock dan metal seperti Kiss dan Candlemass.
Check for H&K website
 
Marshall adalah nama pencetus berikut nama merk ampli ini. Berdiri di UK tahun 1960. Ampli ini sangat populis di kalangan musisi karena harganya yang masih terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Cocok untuk musik yang beraliran pop, rock n roll, blues sampai metal. Om Jimi, Yngwie, Slash dan kebanyakan musisi indonesia memakai ampli ini.
Check for Marshall website

Randall, sangar ya namanya. Yups, nama Randal diambil dari Don Randall sang pencetus berdiri tahun 1970 California USA. Design ampli ini cukup mewakili karakter suaranya yang 'gahar'. Ampli ini kebanyakan dipakai oleh musisi rock dan metal seperti Kirk Hammet dan Brad Delson. Kedua musisi ini cukup mewakili ke mana ampli ini sangat dibutuhkan.
Check for Randall website

To be continued.....